Oleh : Fadya Hanifa Annida
Aku Fadya, siswi kelas 6 SDIT Mutiara Hati. Menjadi siswi kelas enam seperti sedang lari maraton yang tiada habisnya. Hari-hariku sekarang hanya dipenuhi dengan persiapan Imtihan, TKA (Tes Kemampuan Akademik), ASAJ, dan ujian lainnya. Di tengah-tengah kesibukanku menjadi siswi kelas enam, aku tetap berusaha untuk tetap istiqomah melaksanakan shalat malam. Tak lupa untuk selalu meminta doa pada kedua orang tuaku.
Untungnya, ada kakak-kakakku yang selalu menyemangatiku agar bisa bangkit kembali. Kakak pertamaku bernama Yumna Azzuhdiyah, dan kakak keduaku bernama Khonsa Khoirunisa. Jika aku belum bisa mengerjakan atau menjawab soal-soalnya, pasti aku akan meminta bantuan para kakakku. Ada juga obat ketika aku pusing mengerjakan soal-soal Matematika, yaitu adikku. Dia mempunyai kelakar yang sangat lucu, membuatku tak bisa menahan tawa ketika mendengarnya. Amr Abdillah Khair, adik yang selalu bisa mengubah keadaan kakak-kakaknya menjadi berbunga hatinya.
"Fadya, kamu udah belajar belum?" tanya Ummi, saat melihatku sudah bersiap untuk tidur.
"Sudah Ummi, Fadya sudah belajar Matematika untuk try out TΚΑ besok," jawabku sambil menguap.
"Besok kamu juga Juziyyah, apakah kamu juga sudah murajaah Juz Satu?" tanya Ummi lagi.
"Sudah Mi, tapi mungkin besok, pagi-pagi, aku akan murajaah lagi Juz Satunya," jawabku lagi dengan mata yang menahan kantuk amat bera
Ummi menutup kamarku dan menyuruhku untuk segera tidur, agar besok tidak bangun kesiangan.
Melihat perhatian yang diberikan oleh Ummi, rasa kantukku sedikit berkurang. Aku tersenyum tipis sebelum memejamkan mata. Aku tahu, perjalananku menuju kelulusan, masih panjang. Namun, dengan adanya doa Ummi dan Abi, bimbingan Mba Yumna dan Mba Khonsa, serta hiburan dari si kecil Amr, aku yakin langkahku akan selalu kuat.












